Sosialisasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS)

  • Ditulis Oleh Syamsu Dhuha, Tanggal Kamis 19 Desember 2019
  • 0 Komentar
Pengelolaan sungai dan lingkungan dapat berjalan dengan optimal apabila ada keterlibatan semua stakeholder yang ada baik dari unsur pemerintah dan unsur non pemerintah.

Sosialisasi Pendataan dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) yang diselenggarakan oleh Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Sungai Waduk dan Pantai (SWP) dilaksanakan pada hari Selasa, 19 November 2019. Maksud dan tujuan kegiatan ini yaitu sebagai sarana atau ajang pertemuan KMPS di Jawa Timur dan memberikan motivasi dalam pengelolaan sungai serta sharing pengalaman, sharing pembelajaran, dan wahana membangun kerjasama antar komunitas peduli sungai. KMPS merupakan wujud dari kesadaran masyarakat sebagai pemanfaat langsung tentang kepedulian mereka untuk secara bersama – sama menjaga kualitas lingkungan sungai. Berdasarkan Perda Provinsi Jawa Timur No. 18 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai Pasal 3 disebutkan bahwa pengelolaan sungai dilakukan dengan melibatkan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait, serta Pergub Jawa Timur No. 37 Tahun 2018 tentang Peraturan Pelaksana Perda No. 18 Tahun 2018 Pasal 4 disebutkan bahwa peran masyarakat dalam pengelolaan sungai dilakukan melalui : a)Identifikasi potensi wilayah; b)Pemetaan sosial; c)Penyusunan perencanaan partisipatif; d)Konservasi sungai; e)Pendayagunaan sungai; dan f)Pengendalian daya rusak air. Hal ini juga diperkuat dengan Undang-undang No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air Bab 11 Pasal 63 menjelaskan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya air, partisipasi yang dimaksud dilakukan dalam bentuk : 1)Konsultasi publik; 2)Musyawarah; 3)Kemitraan; 4)Penyampaian aspirasi; 5)Pengawasan; dan/atau 6)Keterlibatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada kegiatan tersebut hadir 15 (lima belas) KMPS, yaitu : 1)Inspirasi Gresik; 2)KALAPS; 3)Detektif Kali Brantas; 4)BaFi; 5)Kepuh; 6)Polisi Air Wonosalam; 7)Sabdo Alam; 8)Peduli Sungai Surabaya (PSS); 9)Sekola Konang; 10)Nol Sampah Surabaya; 11)Saber’s Pungli; 12)Pemilik Sungai Sitiarjo; 13)Komunitas Peduli Sungai; 14)Komunitas Muda Mudi Surabaya; dan 15)FKPL Pasuruan. Perwakilan dari KMPS Peduli Sungai Surabaya menjelaskan bahwa salah satu dampak masalah sampah yang terjadi yaitu pencemaran sungai dan matinya ekosistem sungai yang dapat mengganggu proses perkembangbiakan ikan. Pada awal tahun 2018, KMPS Peduli Sungai Surabaya bersama dengan BBWS Brantas dan PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur melakukan survei sungai di Kapas Madya dan mencanangkan program bersama, yaitu : 1)Sosialisasi; 2)Pemberdayaan warga atau komunitas; 3)Resik Kali; 4)Fasilitas; dan 5)Pemulihan ekosistem sungai. Target dari program ini yaitu: 1)Kesadaran warga tidak membuang sampah ke sungai; 2)Warga merawat kebersihan sungai; dan 3)Pariwisata. Rencananya Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur bersama BBWS Brantas akan menyelenggarakan kegiatan Seleksi KMPS Tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020. Kegiatan tersebut akan digelar di bulan Maret 2020 dan akan diikuti oleh seluruh KMPS di Jawa Timur yang terdiri dari kategori Berkembang/Maju dan kategori Pemula. Acara tersebut juga mempertegas bahwa kegiatan pengelolaan sungai dan lingkungan dapat berjalan dengan optimal apabila ada keterlibatan semua stakeholder yang ada baik dari unsur pemerintah dan unsur non pemerintah.

Isi Komentar Anda