Diskusi Bersama Dutch Ministry of Infrastructure and Water Management, MVO Nederland dan CEO Vounder Sweep Smart tentang Kerjasama Penanganan Sampah Plastik dan Diaper di Kali Welang

  • Ditulis Oleh Syamsu Dhuha, Tanggal Rabu 18 Desember 2019
  • 0 Komentar
Konsorsium direncanakan akan digelar di bulan Desember mendatang dan pada bulan Januari tahun 2020 akan dilaksanakan Large Scale Survey di 8 (delapan) kota bersama Radboud University of Netherlands, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Eco-Pesantren.

Menindaklanjuti kunjungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Belanda pada tanggal 5 November 2019 dalam rangka menghadiri undangan dari Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda untuk menyampaikan paparan proposal program kegiatan kerjasama terkait pengelolaan sampah di Sungai Welang, pada tanggal 18 November 2019, pihak Belanda mengirim delegasi ke Indonesia untuk berdiskusi lebih lanjut. Diskusi dilaksanakan di Ruang Rapat Rejoso Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Diskusi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widajaja, S.T., M.Si., dan difasilitasi oleh Martin Van Nieuwenhoven (Dutch Ministry of Infrastructure and Water Management), Elsbeth Roelofs (MVO Nederland), dan Silvia de Vaan (CEO Vounder Sweep Smart). Diskusi fokus pada pembahasan: 1)Penanganan sampah popok bayi di sungai dengan melibatkan pemangku kepentingan dan pabrik yang berada di sungai terdampak; dan 2)Analisa kebijakan pentingnya pengelolaan sungai (waste in water management). Peserta diskusi dari perwakilan Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Bidang Perencanaan Sumber Daya Air Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Bidang Sungai Waduk dan Pantai Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, dan Bidang Irigasi Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Dari diskusi tersebut diperoleh beberapa hasil keputusan, yaitu : 1)Mengoptimalkan pendidikan dan perubahan pola pikir tentang sampah di wilayah permukiman; 2)Memberikan penyuluhan kepada petugas yang ada di TPST setiap bulannya untuk meningkatkan proses daur ulang guna mengurangi sampah; 3)Penyuluhan kepada komunitas dan masyarakat; dan 4)Membersihkan sungai sebagai antisipasi banjir. Masing-masing instansi juga harus memberikan kontribusi dalam penanganan sampah di sungai, diantaranya : 1)Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur – Mengoptimalkan pendidikan dan perubahan pola pikir masyarakat tentang sampah; 2) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur – Mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tempat pengelolaan sampah; 3)Pemerintah Kabupaten/Kota – Bertanggung jawab atas TPST; 4)Organisasi non pemerintah dapat mengoperasikan sendiri TPST dan membersihkan sungai secara berkala; 5) Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur – Mendukung penegakkan peraturan pemerintah tentang infrasturktur dan aset sungai; dan 6)Pondok Pesantren – Menyediakan TPS3R dan konsep Eco-Pesantren. Langkah-langkah selanjutnya yang akan ditempuh yaitu : 1)Berkoordinasi dan memberikan pelatihan terbaik tentang pengelolaan sampah di sungai kepada pemerintah kabupaten/kota serta mendukung dalam pembuatan proposal pembuatan TPST di masing-masing daerah; 2)Mengadakan pertemuan berikutnya dengan semua stakeholder mengenai pengelolaan sampah di sungai lebih lanjut; dan 3)Membuat dokumen kontrak tentang suatu proyek pengelolaan sampah di sungai. Konsorsium direncanakan akan digelar di bulan Desember mendatang dan pada bulan Januari tahun 2020 akan dilaksanakan Large Scale Survey di 8 (delapan) kota bersama Radboud University of Netherlands, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Eco-Pesantren.

Isi Komentar Anda